DPRD Pati Dorong Kajian Lokasi TPA Baru untuk Wilayah Selatan

oleh -20 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id — Kebutuhan fasilitas pengelolaan sampah di wilayah Pati selatan dinilai perlu mulai dipersiapkan secara serius. Salah satu langkah awal yang didorong DPRD Kabupaten Pati adalah melakukan kajian untuk menentukan lokasi yang tepat bagi pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Siti Maudluah, mengatakan persoalan persampahan di wilayah selatan tidak bisa terus bergantung pada fasilitas yang berada di wilayah lain.

Sebagai legislator yang berasal dari wilayah selatan, tepatnya Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, ia mengaku memahami kebutuhan masyarakat terhadap sistem pengelolaan sampah yang lebih dekat dan tertata.

“Menurut saya, yang paling penting sekarang pemerintah melakukan kajian dulu. Kita harus tahu kebutuhan wilayah selatan, perkiraan volume sampahnya, kemudian lokasi mana yang secara teknis dan lingkungan memungkinkan,” kata Siti.

Menurutnya, pembangunan TPA bukan perkara menentukan lahan semata. Ada sejumlah aspek yang harus diperhitungkan, mulai dari kondisi lingkungan, akses kendaraan pengangkut, jarak dengan permukiman, hingga kemampuan fasilitas dalam menampung sampah untuk jangka panjang.

Karena itu, Siti menilai kajian yang komprehensif diperlukan agar rencana pembangunan tidak berhenti sebagai wacana. Hasil kajian nantinya juga dapat menjadi dasar pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan dan penganggaran.

“Jangan sampai kita menentukan lokasi hanya karena lahannya tersedia. Harus benar-benar dihitung dampaknya, aksesnya, kapasitasnya, dan bagaimana pengelolaannya nanti,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebutuhan TPA di wilayah selatan juga harus dilihat berdasarkan perkembangan kawasan. Pertumbuhan permukiman dan aktivitas masyarakat berpotensi meningkatkan produksi sampah dari waktu ke waktu.

Siti berharap pemerintah daerah mulai membuka pembahasan mengenai kebutuhan tersebut bersama DPRD dan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan masyarakat penting agar pembangunan fasilitas persampahan nantinya tidak menimbulkan persoalan baru.

“Kalau kajiannya sudah jelas, kita bisa membahas langkah berikutnya dengan lebih terarah. Intinya jangan menunggu persoalan sampah semakin besar baru kemudian mencari solusi,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.