DPRD Pati Dorong Seluruh Peternak Lokal Dilibatkan dalam Penyerapan Telur MBG

oleh -16 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id – DPRD Kabupaten Pati meminta penyerapan telur untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan secara merata. Tidak hanya mengandalkan satu asosiasi, penyerapan diharapkan mampu menjangkau kelompok dan komunitas peternak yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Pati.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PPP, Muslihan, setelah mengikuti agenda tindak lanjut aksi damai Asosiasi Peternak Unggas Kabupaten Pati. Pertemuan tersebut turut melibatkan mitra SPPG seluruh Kabupaten Pati, Korcam SPPI MBG Kabupaten Pati, serta Forkopimda.

Muslihan mengatakan, keberadaan berbagai kelompok peternak di tingkat wilayah perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan penyerapan telur. Menurutnya, setiap daerah memiliki komunitas peternak yang selama ini menjalankan usaha secara mandiri.

“Di Pati ini peternaknya bukan hanya yang tergabung dalam satu asosiasi. Banyak komunitas yang ada di masing-masing daerah dan mereka juga memiliki produksi yang harus mendapatkan ruang dalam penyerapan,” kata Muslihan.

Ia menyebut, sejumlah wilayah yang berada di sekitar SPPG bahkan telah memiliki koperasi yang bergerak dalam penyerapan telur. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi potensi yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pasokan telur dari peternak lokal.

Karena itu, Muslihan mendorong agar asosiasi peternak dapat berkomunikasi dengan kelompok-kelompok peternak di masing-masing wilayah. Koordinasi tersebut dinilai penting agar mekanisme penyerapan tidak menimbulkan kesan hanya mengakomodasi kelompok tertentu.

“Kalau komunikasi antarkelompok ini bisa berjalan, tentu akan lebih mudah menentukan bagaimana penyerapan dilakukan sesuai wilayah dan kebutuhan SPPG,” ujarnya.

DPRD Pati berharap pola tersebut dapat membuat penyerapan telur berjalan lebih luas dan tidak meninggalkan peternak yang berada di luar asosiasi.

Muslihan menegaskan, tujuan akhirnya adalah memastikan produksi telur dari berbagai wilayah di Kabupaten Pati dapat terserap untuk memenuhi kebutuhan MBG.

“Yang kami inginkan sederhana, produksi peternak Pati bisa terserap secara maksimal dan manfaat program ini juga dirasakan oleh peternak di seluruh daerah,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.