PATI, inaraa.id — Perhelatan Karnaval Budaya Adhi Loka Pati dinilai tidak sebatas menjadi panggung untuk menampilkan kesenian daerah. Kegiatan tersebut juga dinilai mampu membuka peluang bagi berkembangnya sektor ekonomi kreatif dan usaha masyarakat.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Gerindra, H. Hardi, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat dalam kegiatan budaya dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar bagi pelaku UMKM, seniman, komunitas, hingga pelaku usaha kreatif lainnya.
Karnaval Budaya Adhi Loka Pati sendiri digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 di Alun-Alun Pati, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Hardi, kegiatan yang mampu menarik kerumunan masyarakat secara otomatis menciptakan perputaran ekonomi di sekitar lokasi. Kondisi tersebut dapat menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan.
“Kegiatan budaya seperti ini sebenarnya memiliki efek yang cukup luas. Ketika masyarakat berkumpul, ada pelaku UMKM, pedagang, pelaku seni, dan komunitas yang bisa ikut mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut,” ujar Hardi.
Ia mendorong agar agenda budaya di Pati ke depan dirancang dengan melibatkan sektor ekonomi kreatif secara lebih terstruktur. Pelaku UMKM dan komunitas kreatif, menurutnya, perlu diberikan ruang yang memadai untuk memamerkan produk maupun karya mereka.
Hardi menilai perpaduan antara seni budaya dan aktivitas ekonomi dapat menciptakan daya tarik yang lebih kuat. Kesenian menjadi magnet bagi masyarakat, sementara produk lokal dapat memperoleh kesempatan untuk dikenal lebih luas.
“Budaya dan ekonomi kreatif bisa berjalan bersama. Kesenian menjadi daya tariknya, sementara produk lokal dan kreativitas masyarakat bisa menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang tumbuh di dalamnya,” katanya.
Selain pelaku usaha, ia juga menyoroti peran generasi muda dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya. Kreativitas anak muda dinilai dapat menghadirkan cara baru dalam mengenalkan budaya Pati sehingga lebih menarik bagi masyarakat.
Menurutnya, manfaat kegiatan budaya seharusnya tidak berhenti ketika acara berakhir. Perlu ada kesinambungan berupa pembinaan, promosi, maupun agenda lanjutan yang mampu memberikan dampak kepada para pelaku seni dan usaha lokal.
“Yang perlu kita dorong adalah bagaimana kegiatan seperti ini tidak berhenti setelah acara selesai. Harus ada dampak lanjutan bagi pelaku seni, UMKM dan komunitas sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tuturnya.
Hardi berharap Pemkab Pati dapat memperkuat kolaborasi antara komunitas budaya, pelaku UMKM, sektor pariwisata, dan kelompok kreatif. Sinergi tersebut dinilai dapat membuat potensi budaya tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.
“Kalau dikelola dengan baik, kekayaan budaya Pati bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga bisa menjadi peluang untuk meningkatkan kreativitas dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
(ADV)











