DPRD Pati Soroti Kerugian Petani Tambak Akibat Rob yang Terus Berulang

oleh -49 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id – Bencana rob yang terus melanda wilayah pesisir Kecamatan Tayu dan Margoyoso mendapat perhatian dari Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Muntamah. Ia menilai petani tambak menjadi kelompok yang paling terdampak akibat banjir air pasang yang berulang setiap tahun.

Menurut Muntamah, kerugian yang dialami petani tambak tidak hanya berupa hilangnya hasil panen, tetapi juga kerusakan fasilitas tambak dan lenyapnya bibit yang telah ditebar. Kondisi tersebut membuat beban ekonomi masyarakat pesisir semakin berat.

“Ketika rob datang, banyak petani tambak yang mengalami gagal panen. Bibit yang sudah ditebar hilang terbawa air, sementara biaya operasional tetap harus mereka keluarkan,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa persoalan tersebut tidak boleh dianggap sebagai masalah biasa karena menyangkut mata pencaharian ribuan warga yang bergantung pada sektor tambak. Oleh sebab itu, pemerintah harus memberikan perhatian lebih kepada masyarakat terdampak.

Muntamah meminta agar bantuan dan program pemulihan ekonomi bagi petani tambak terus diperkuat. Selain itu, pemerintah juga perlu menghadirkan solusi jangka panjang agar kerugian yang sama tidak terus berulang setiap tahun.

“Petani tambak membutuhkan kepastian bahwa pemerintah hadir membantu mereka. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban tanpa adanya langkah nyata untuk melindungi sumber penghidupan mereka,” ujarnya.

Ia berharap penanganan rob di wilayah pesisir tidak hanya berorientasi pada bantuan sesaat, tetapi juga diikuti pembangunan infrastruktur dan program mitigasi yang mampu melindungi tambak warga dari ancaman air pasang di masa mendatang.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.