Jaza Dorong Sumur Bor Tak Berhenti Jadi Proyek, Warga Diminta Ikut Menjaga

oleh -16 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id – Air mulai mengalir dari fasilitas sumur bor di Desa Tanjungsekar, Kecamatan Puncakwangi. Warga pun kini memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah musim kemarau.

Namun bagi Anggota Komisi C DPRD Pati dari Fraksi Golkar, Jaza Khoerul Sofyan, pekerjaan belum selesai hanya karena sumur bor telah dibangun dan diresmikan.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas tersebut dapat bertahan dan terus dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Jaza meminta masyarakat ikut memiliki rasa tanggung jawab terhadap fasilitas yang telah diberikan. Perawatan dan pengelolaan yang baik dinilai menjadi kunci agar manfaat sumur bor tidak hanya dirasakan sesaat.

“Setelah sumur ini bisa digunakan, tanggung jawab berikutnya adalah menjaga. Fasilitas yang dibangun dengan tujuan untuk kepentingan masyarakat harus dirawat bersama supaya manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang panjang,” ujar Jaza.

Ia menilai masyarakat menjadi pihak yang paling berkepentingan terhadap keberlangsungan fasilitas tersebut. Karena itu, diperlukan kesepakatan bersama mengenai pemanfaatan, kebersihan, hingga perawatan sarana pendukung sumur bor.

“Jangan sampai ketika fasilitasnya sudah ada, kemudian beberapa tahun ke depan tidak maksimal karena pengelolaannya kurang baik. Masyarakat perlu dilibatkan sejak awal agar muncul rasa memiliki,” jelasnya.

Jaza juga mendorong adanya koordinasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mengatur pemanfaatan sumber air tersebut. Dengan pengelolaan yang jelas, fasilitas diharapkan mampu melayani kebutuhan warga secara adil.

Selain itu, ia berharap pembangunan sumber air serupa dapat menyasar wilayah lain yang menghadapi persoalan kekeringan.

“Kalau model seperti ini terbukti membantu masyarakat, tentu bisa menjadi salah satu solusi yang terus dikembangkan. Tetapi setiap lokasi harus dilihat kebutuhannya, kondisi sumber airnya, dan kesiapan masyarakat untuk mengelolanya,” katanya.

Sebagai legislator yang berada di Komisi C, Jaza menegaskan pihaknya akan terus memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dasar, termasuk fasilitas air bersih.

Menurutnya, pembangunan yang baik bukan hanya tentang menghadirkan fasilitas baru, tetapi memastikan fasilitas tersebut benar-benar hidup, digunakan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Yang kita harapkan bukan sekadar ada sumur bor, tetapi ada manfaat yang terus mengalir untuk masyarakat,” tandas Jaza.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.