Jeritan Petani Pati di Musim Tanam: Komisi B DPRD Desak Perbaikan Distribusi Pupuk

oleh -15 Dilihat
oleh
banner 468x60

Pati, inaraa.id – Memasuki musim tanam tahun 2026, para petani di Kabupaten Pati kembali dihadapkan pada persoalan klasik yang tak kunjung usai: kelangkaan dan keterbatasan pasokan pupuk. Masalah ini mencuat tajam dalam serangkaian kegiatan Reses dan pertemuan tatap muka yang dilakukan oleh jajaran legislatif. Keluhan mengenai sulitnya mendapatkan pupuk subsidi maupun nonsubsidi menjadi noktah merah yang mewarnai aspirasi sektor pertanian di Bumi Mina Tani.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Warsiti, mengungkapkan bahwa ketersediaan pupuk di lapangan saat ini masih jauh dari kata ideal. Padahal, ketepatan waktu pemupukan adalah kunci utama dalam menentukan keberhasilan panen. Keterlambatan distribusi sedikit saja dapat merusak siklus tumbuh tanaman dan menurunkan kualitas hasil bumi.

banner 336x280

“Dalam kegiatan reses maupun pertemuan dengan masyarakat, kami di Komisi B banyak menerima aduan dari para petani terkait masih kurangnya pasokan pupuk di lapangan. Kondisi ini tentu sangat dirasakan petani, terutama ketika memasuki musim tanam, karena pupuk merupakan kebutuhan utama untuk menjaga produktivitas hasil pertanian,” ujar Warsiti dengan nada prihatin.

Warsiti menegaskan bahwa distribusi yang karut-marut di tingkat bawah harus segera dibenahi oleh dinas terkait. Ia menyoroti pentingnya sinkronisasi data antara kebutuhan riil kelompok tani dengan alokasi yang dikirimkan oleh distributor. Tanpa perbaikan sistem distribusi, kesejahteraan petani akan terus terancam. “Jangan sampai petani kesulitan mendapatkan pupuk, karena hal ini bisa berdampak langsung pada produksi pertanian dan kesejahteraan mereka,” tambahnya menekankan urgensi masalah tersebut.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.