PATI, inaraa.id – Berulangnya kasus pembuangan bayi di Kabupaten Pati menjadi perhatian Anggota Komisi D DPRD Pati, Yoga Dermawan. Ia menilai, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama, terutama dalam memperkuat edukasi kesehatan reproduksi bagi kalangan remaja.
Menurut Yoga, pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Edukasi mengenai tanggung jawab, kesehatan reproduksi, dan konsekuensi dari kehamilan yang tidak direncanakan perlu diberikan secara tepat.
Ia menilai, kurangnya pemahaman dan keberanian untuk mencari bantuan dapat membuat seseorang mengambil keputusan yang membahayakan keselamatan bayi.
“Jangan sampai persoalan seperti ini baru menjadi perhatian setelah ada korban. Edukasi harus dilakukan sejak awal. Remaja perlu mendapatkan pemahaman yang benar, sementara keluarga juga harus menjadi tempat yang aman untuk bercerita dan mencari solusi,” ungkapnya.
Yoga mendorong organisasi perangkat daerah terkait untuk lebih aktif menjalankan program sosialisasi hingga tingkat desa.
Menurutnya, sekolah dan pemerintah desa juga dapat mengambil peran dalam memberikan pemahaman serta membuka akses konsultasi bagi masyarakat.
Ia berharap kejadian di Bendung Sani menjadi momentum memperkuat upaya pencegahan agar tidak ada lagi bayi yang menjadi korban penelantaran maupun pembuangan.
(ADV)









