PATI, inaraa.id — Musim kemarau panjang membuat sejumlah petani di Kabupaten Pati harus menyesuaikan strategi bercocok tanam. Minimnya ketersediaan air mendorong petani mengurangi penanaman padi dan memilih tanaman palawija yang lebih mampu bertahan pada kondisi lahan dengan pasokan air terbatas.
Kondisi tersebut terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Pucakwangi, Jaken, Jakenan, dan Winong. Beberapa komoditas seperti kedelai, kacang tanah, serta kacang hijau mulai dipilih sebagai alternatif untuk menjaga lahan pertanian tetap produktif.
Anggota DPRD Kabupaten Pati, Kastomo, menilai perubahan pola tanam menjadi bentuk adaptasi petani terhadap kondisi cuaca yang sedang berlangsung.
Menurutnya, memaksakan tanaman padi ketika ketersediaan air tidak mencukupi justru berisiko menimbulkan kerugian. Karena itu, pemilihan palawija dapat menjadi solusi agar lahan tetap memberikan hasil selama musim kemarau.
“Kalau kondisi air memang tidak memungkinkan untuk padi, petani harus menyesuaikan dengan tanaman yang lebih cocok. Palawija bisa menjadi pilihan supaya lahan tetap menghasilkan,” ujar Kastomo.
Ia menambahkan, kemampuan petani dalam mengubah pola tanam menunjukkan adanya upaya untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi lingkungan. Namun, proses tersebut tetap membutuhkan dukungan pemerintah agar hasil produksi dan pendapatan petani dapat terjaga.
Kastomo meminta pemerintah daerah memberikan pendampingan kepada petani, terutama terkait pemilihan komoditas, teknik budidaya, hingga ketersediaan sarana produksi.
“Jangan sampai petani dibiarkan berjalan sendiri. Pemerintah harus hadir memberikan informasi, bantuan sarana produksi, dan pendampingan teknis,” katanya.
Menurutnya, dukungan tersebut diperlukan agar peralihan dari tanaman padi ke palawija tidak sekadar menjadi solusi menghadapi kekeringan, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi bagi petani.
Dengan pola tanam yang disesuaikan kondisi lahan dan dukungan pemerintah yang memadai, sektor pertanian diharapkan tetap bergerak meski menghadapi tekanan musim kemarau panjang.
(ADV)









