PATI, inaraa.id – Penanganan hama tikus di lahan pertanian Kabupaten Pati dinilai membutuhkan gerakan bersama. Komisi B DPRD Pati mendorong pemerintah daerah melibatkan kelompok tani agar pemberantasan dapat dilakukan secara serentak.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Pati, Hilal Miharom, mengatakan pemberantasan tikus akan sulit maksimal jika hanya dilakukan oleh petani secara perorangan.
Menurutnya, tikus dapat berpindah dari satu lahan ke lahan lainnya. Karena itu, pengendalian perlu dilakukan dalam satu kawasan pertanian secara bersama-sama.
“Kalau hanya satu petani yang melakukan pemberantasan, sementara lahan di sekitarnya tidak ditangani, tikus bisa kembali lagi. Karena itu harus ada gerakan bersama dalam satu kawasan,” kata Hilal.
Ia meminta Dinas Pertanian memfasilitasi koordinasi antarkelompok tani. Pemerintah juga dinilai perlu membantu menentukan metode pengendalian yang sesuai dengan karakteristik wilayah.
Hilal menilai keterlibatan petani menjadi kunci keberhasilan program. Pemerintah berperan memberikan pendampingan, sementara petani menjalankan pengendalian secara bersama-sama di lapangan.
(ADV)









