Komisi B DPRD Pati Nilai Petani Milenial Perlu Pendampingan Khusus

oleh -29 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI – Keterlibatan generasi muda dalam dunia pertanian menjadi salah satu harapan untuk menjaga keberlanjutan sektor pangan.

Namun, keberhasilan program tersebut dinilai tidak cukup hanya dengan sosialisasi, melainkan juga membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, mengatakan hingga kini petani milenial di Kabupaten Pati belum memiliki wadah resmi yang mampu menghimpun para anggotanya. Kondisi itu membuat proses pembinaan maupun penyaluran program belum berjalan secara optimal.

Menurutnya, keberadaan asosiasi petani milenial akan memudahkan pemerintah dalam merancang kebijakan sekaligus menyalurkan berbagai program pemberdayaan.

“Kalau sudah ada asosiasi, pemerintah akan lebih mudah menyampaikan program, memberikan pelatihan, sekaligus mengetahui kebutuhan petani milenial secara langsung,” kata Muslihan.

Ia menjelaskan, Kabupaten Pati telah memiliki sekitar 2.000 kelompok tani yang aktif. Meski demikian, kelompok petani milenial belum terbentuk secara struktural seperti kelompok tani lainnya.

Komisi B DPRD Pati pun telah mengusulkan agar pemerintah daerah menyusun program pelatihan khusus bagi petani muda. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus menarik lebih banyak generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

“Petani milenial harus dipersiapkan menjadi pelaku utama pertanian modern. Mereka memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi sehingga bisa meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional,” tutup Muslihan.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.