Komisi D: CKG Harus Berujung pada Tindak Lanjut Kesehatan Warga

oleh -13 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id — Cek Kesehatan Gratis (CKG) dinilai tidak seharusnya berhenti pada kegiatan pemeriksaan. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo atau Bandang, mendorong agar program tersebut menjadi bagian dari sistem pencegahan dan penanganan kesehatan yang berkelanjutan.

Politikus Fraksi PDIP dari Kecamatan Tayu itu berpandangan, pemeriksaan kesehatan hanyalah langkah awal. Setelah kondisi kesehatan warga diketahui, harus tersedia mekanisme tindak lanjut sehingga persoalan yang ditemukan tidak dibiarkan tanpa penanganan.

“CKG jangan hanya dimaknai sebagai pemeriksaan gratis. Yang lebih penting adalah apa yang dilakukan setelah masyarakat mengetahui hasilnya. Kalau ada persoalan kesehatan, harus ada tindak lanjut yang jelas,” kata Bandang.

Ia menilai Puskesmas perlu memainkan peran lebih besar dalam mengolah hasil pemeriksaan masyarakat. Data dari CKG dapat menjadi bahan untuk menentukan langkah berikutnya, mulai dari edukasi, pemantauan hingga pelayanan kesehatan lanjutan.

Menurut Bandang, pendekatan semacam itu penting karena banyak persoalan kesehatan justru dapat ditekan apabila diketahui lebih awal. Masyarakat pun diharapkan tidak lagi menjadikan fasilitas kesehatan hanya sebagai tempat berobat ketika penyakit sudah muncul.

“Pemeriksaan itu merupakan langkah awal. Setelah diketahui kondisinya, masyarakat harus mendapat penjelasan dan pendampingan. Jangan sampai sudah diperiksa, kemudian selesai begitu saja,” ujarnya.

Ia mencontohkan persoalan stunting yang membutuhkan perhatian dalam jangka panjang. Pemeriksaan dan pemantauan harus dilakukan secara berkala agar kondisi anak dapat diketahui sekaligus mendapatkan intervensi sesuai kebutuhannya.

Selain itu, Bandang mendorong agar CKG terhubung dengan pelayanan dasar yang telah tersedia di Puskesmas. Menurutnya, program nasional tersebut akan lebih efektif apabila berjalan selaras dengan sistem pelayanan kesehatan di daerah.

“Yang ingin kita bangun sebenarnya adalah kesadaran untuk menjaga kesehatan sebelum sakit. CKG bisa menjadi momentum untuk mengubah kebiasaan itu,” katanya.

Bandang berharap pemerintah daerah dan jajaran Puskesmas tidak hanya mengejar capaian jumlah pemeriksaan. Lebih dari itu, keberhasilan program perlu dilihat dari kemampuan layanan kesehatan mendeteksi persoalan lebih dini dan memastikan warga mendapatkan penanganan yang sesuai.

“Kalau pemeriksaan bisa menemukan masalah lebih cepat dan kemudian ada tindak lanjut, manfaatnya jauh lebih besar. Di situlah program ini benar-benar terasa bagi masyarakat,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.