PKB Pati Dorong Regenerasi Kader, Senior dan Anak Muda Saling Menguatkan

oleh -99 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id — Regenerasi dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi politik. Bagi PKB Kabupaten Pati, pergantian kepengurusan tidak sekadar menyusun struktur baru, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyiapkan kader yang mampu melanjutkan kerja organisasi di masa mendatang.

Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Pati, Muhammadun, mengatakan keberadaan kader senior dan generasi muda seharusnya saling melengkapi. Pengalaman kader lama, menurutnya, tetap dibutuhkan sebagai bekal bagi kader yang mendapat tanggung jawab baru.

“Ketika pengurus lama digantikan oleh orang-orang muda, bukan berarti kader senior sudah tidak diperlukan. Pengalaman para senior justru bisa menjadi bekal bagi kader muda untuk meneruskan perjuangan PKB,” ujar Muhammadun.

Ia menuturkan, regenerasi tidak cukup hanya dilakukan dengan mengganti nama dalam struktur kepengurusan. Kader baru perlu mendapatkan pembinaan dan pendampingan agar memahami dinamika politik sekaligus mampu mengenali persoalan yang dihadapi masyarakat.

PKB Pati saat ini tengah melakukan penyegaran kepengurusan di tingkat anak cabang. Proses tersebut mencakup 21 Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) yang berada di seluruh kecamatan di Kabupaten Pati untuk membentuk kepengurusan masa bakti 2026-2031.

Sebelum menentukan calon ketua PAC, proses regenerasi juga dilakukan melalui tahapan uji kompetensi dan kelayakan. Mekanisme tersebut diarahkan untuk melihat kesiapan kader yang akan mendapatkan tanggung jawab dalam struktur organisasi.

Muhammadun menyebut pembentukan kader melalui proses tersebut merupakan bagian dari persiapan jangka panjang organisasi.

“Kader muda harus diberi ruang untuk belajar sekaligus mengambil tanggung jawab. Tetapi dalam prosesnya mereka tetap membutuhkan senior sebagai tempat bertanya dan belajar dari pengalaman,” katanya.

Menurutnya, keberadaan generasi muda dalam struktur organisasi juga perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas. Kader diharapkan tidak hanya memahami tugas organisasi, tetapi juga mampu membaca perkembangan persoalan masyarakat di wilayah masing-masing.

Ia berharap proses regenerasi yang berlangsung di tingkat kecamatan dapat memperkuat keberadaan PKB sekaligus mendorong keterlibatan kader dalam kehidupan masyarakat.

Muhammadun menilai kader politik yang tumbuh dari lingkungan masyarakat akan memiliki pemahaman lebih dekat terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga. Pemahaman tersebut kemudian dapat menjadi bekal ketika aspirasi masyarakat dibawa ke ruang pengambilan kebijakan.

“PKB harus terus melahirkan kader yang tumbuh bersama masyarakat. Dari desa, kecamatan, kabupaten hingga tingkat nasional, kader harus mampu hadir dan mencari solusi,” pungkasnya.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.