Akreditasi RSUD Soewondo Harus Beri Dampak Nyata bagi Pasien

oleh -37 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan, survei akreditasi RSUD RAA Soewondo Pati harus menjadi momentum untuk memastikan peningkatan mutu pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat.

Hal itu disampaikan Chandra saat membuka survei akreditasi yang dilakukan Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS) Kementerian Kesehatan RI di RSUD RAA Soewondo Pati, Senin (5/10/2026).

Menurut Chandra, proses akreditasi tidak boleh berhenti pada pemenuhan dokumen maupun pencapaian predikat. Lebih dari itu, akreditasi harus menjadi instrumen evaluasi untuk melihat sejauh mana standar pelayanan diterapkan dalam praktik sehari-hari.

“Survei akreditasi ini bukan sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai momentum evaluasi dan perbaikan,” kata Chandra.

Ia meminta proses survei dilaksanakan secara objektif, transparan, dan komprehensif. Masukan dari tim surveyor diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan bagi manajemen rumah sakit.

Chandra menilai akreditasi memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan kesehatan berlangsung aman, bermutu, profesional, sekaligus mengutamakan keselamatan pasien.

Terlebih, RSUD RAA Soewondo merupakan rumah sakit tipe B, rumah sakit pendidikan, sekaligus salah satu rumah sakit rujukan di wilayah Pantura Timur. Posisi tersebut membuat peningkatan kualitas pelayanan menjadi kebutuhan yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Yang jauh lebih penting adalah bagaimana predikat tersebut tercermin dalam pengalaman nyata masyarakat ketika menerima pelayanan,” tegasnya.

Pemkab Pati bersama manajemen RSUD RAA Soewondo sebelumnya telah melakukan sejumlah pembenahan. Perbaikan dilakukan baik dari sisi sarana prasarana maupun peralatan medis.

Sejumlah peralatan medis yang diperbarui antara lain peralatan bedah, ekokardiograf, dan X-ray. Pembenahan juga menyasar ruang pendaftaran, pendingin ruangan, serta sejumlah fasilitas penunjang pelayanan pasien.

Selain sarana dan prasarana, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Chandra mendorong agar seluruh jajaran rumah sakit membangun budaya pelayanan yang ramah, komunikatif, dan responsif terhadap kebutuhan pasien.

“Kami ingin standar pelayanan tidak hanya terpenuhi di atas dokumen, tetapi benar-benar diterapkan dalam praktik sehari-hari,” ujarnya.

Di sisi lain, RSUD RAA Soewondo juga tengah memproses perizinan layanan Cath Lab. Layanan tersebut ditargetkan sudah dapat melayani peserta BPJS pada akhir Oktober 2026.

Rencananya, peresmian layanan Cath Lab tersebut akan dilakukan bersama anggota DPR RI dan Direktur Utama BPJS.

Chandra menyebut RSUD RAA Soewondo pada periode sebelumnya telah berhasil meraih predikat akreditasi paripurna. Capaian tersebut diharapkan dapat dipertahankan dalam survei kali ini.

Namun, ia mengingatkan agar predikat akreditasi tidak dijadikan sebagai tujuan akhir.

“Pertahankan predikat itu penting, tetapi yang lebih penting adalah memastikan kualitasnya hadir dalam setiap pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Chandra juga meminta seluruh jajaran RSUD mengikuti proses survei dengan terbuka dan jujur. Setiap masukan dari surveyor diharapkan tidak dipandang sebagai beban, melainkan sebagai perspektif profesional untuk memperkuat kualitas pelayanan rumah sakit.

“Keberhasilan kita bukan hanya terukur dalam dokumen akreditasi, tetapi bagaimana masyarakat dapat memperoleh pelayanan secara maksimal dari rumah sakit ini,” pungkasnya.

Survei akreditasi tersebut dihadiri tim surveyor LAM-KPRS Kementerian Kesehatan RI, jajaran manajemen RSUD RAA Soewondo Pati, serta sejumlah unsur terkait yang mengikuti rangkaian proses penilaian akreditasi.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.