PATI, inaraa.id — Pelestarian seni dan tradisi lokal di Kabupaten Pati dinilai membutuhkan komitmen yang dilakukan secara berkesinambungan. Kegiatan budaya tidak cukup hanya digelar saat momentum tertentu, tetapi perlu terus dikembangkan agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Gerindra, H. Hardi, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Karnaval Budaya Adhi Loka Pati dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 di Alun-Alun Pati, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Hardi, karnaval budaya menjadi wadah untuk memperkenalkan sekaligus menunjukkan beragam kesenian dan tradisi yang dimiliki Pati. Namun, keberlanjutan budaya membutuhkan perhatian setelah rangkaian acara selesai.
Ia menilai pemerintah daerah perlu bersinergi dengan komunitas seni dan pelaku budaya untuk menciptakan lebih banyak ruang berkesenian. Pembinaan kelompok seni, kegiatan budaya secara rutin, hingga regenerasi menjadi bagian penting dalam menjaga eksistensi budaya lokal.
“Budaya jangan hanya kita tampilkan ketika ada peringatan hari jadi atau acara tertentu. Setelah kegiatan selesai, harus ada upaya untuk terus menghidupkan dan mengembangkan kesenian tersebut di tengah masyarakat,” ujar Hardi.
Hardi juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda. Menurutnya, anak-anak dan kaum muda perlu diberikan kesempatan untuk mengenal, mempelajari, serta mengembangkan kesenian daerah dengan kreativitas mereka.
“Kalau ingin budaya kita tetap kuat, harus ada regenerasi. Anak-anak dan generasi muda perlu diberikan kesempatan untuk belajar, tampil, sekaligus berkreasi dengan budaya daerah,” katanya.
Selain menjadi bagian dari identitas daerah, Hardi melihat potensi budaya Pati dapat dikembangkan lebih jauh. Kesenian dan tradisi lokal dinilai memiliki nilai edukasi sekaligus dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat dari luar daerah.
Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah seharusnya tidak hanya diukur dari pembangunan fisik. Pelestarian warisan budaya juga perlu ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan agar perkembangan Pati tetap memiliki karakter dan jati diri.
“Pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga bagaimana kita menjaga jati diri dan warisan yang dimiliki masyarakat. Budaya harus berjalan beriringan dengan kemajuan Pati,” pungkasnya.
(ADV)











