DPRD Pati Dorong Rehabilitasi Jalan Tlogoayu-Karaban-Wuwur Beri Manfaat Jangka Panjang

oleh -61 Dilihat
oleh
banner 468x60

PATI, inaraa.id — DPRD Kabupaten Pati mendorong rehabilitasi ruas Jalan Tlogoayu-Karaban-Wuwur di Kecamatan Gabus tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan, tetapi juga menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, mengatakan peningkatan kualitas jalan menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat karena infrastruktur tersebut berkaitan langsung dengan kelancaran mobilitas warga serta aktivitas perekonomian.

“Pembangunan jalan seperti ini harus benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. Bukan hanya selesai secara fisik, tetapi kualitasnya juga harus diperhatikan supaya bisa digunakan dalam jangka panjang,” ujar Ali.

Menurutnya, ruas Tlogoayu-Karaban-Wuwur memiliki fungsi penting sebagai akses penghubung antardesa di wilayah Kecamatan Gabus. Jalan tersebut digunakan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari aktivitas sehari-hari, pendidikan, pekerjaan hingga kegiatan ekonomi.

Berdasarkan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, rehabilitasi ruas tersebut dilakukan menggunakan konstruksi aspal hotmix.

Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,745 miliar untuk pekerjaan tersebut dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari.

Ali menilai besarnya anggaran yang dialokasikan harus sejalan dengan kualitas pekerjaan di lapangan. Karena itu, ia meminta seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

“Anggaran yang digunakan adalah uang untuk pembangunan daerah, sehingga harus dipastikan penggunaannya tepat dan hasil pekerjaannya sesuai dengan perencanaan. Pengawasan juga penting agar kualitas jalan benar-benar sesuai standar,” jelasnya.

Ali juga meminta agar pelaksanaan pekerjaan memperhatikan kondisi jalan secara menyeluruh. Menurutnya, rehabilitasi jalan tidak cukup hanya memperbaiki permukaan, tetapi juga perlu mempertimbangkan faktor pendukung seperti drainase dan kondisi badan jalan agar kerusakan tidak cepat kembali terjadi.

“Kalau jalan sudah diperbaiki, jangan sampai persoalan lain seperti drainase kemudian menyebabkan jalan cepat rusak. Jadi harus dilihat secara menyeluruh,” katanya.

Ia berharap pengerjaan selama 90 hari dapat diselesaikan sesuai target tanpa mengesampingkan kualitas. Masyarakat juga diharapkan dapat segera merasakan manfaat dari peningkatan akses tersebut.

“Yang kami harapkan tentu jalan menjadi lebih nyaman dan aman dilalui masyarakat. Mobilitas warga lancar, kegiatan ekonomi juga semakin mudah. Pemerataan pembangunan infrastruktur harus terus dilakukan sampai ke wilayah desa,” pungkas Ali.

(ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.